08 Juni 2008

Wayang Citra


Ingsung miwiti andhalang
Wayang ingsun minangka citra
Layarmaya jagat pramudhita
Ingsun ki dhalangmaya
Pirantiningsun multimedia

Pendahuluan
Indonesia memiliki anekaragam wayang. Keanekaragaman tersebut terbentang sepanjang sejarah pewayangan Indonesia. Wayang batu terpampang di candi-candi. Wayang beber terlukis dalam gulungan-gulungan kain dan kertas. Wayang suket mainan para gembala. Wayang kulit mainan para dalang Jawa. Wayang golek mainan para dalang Sunda. Wayang wong atau wayang orang yang menjadi mainan para anak wayang. Dan ada pula wayang citra.
Media wayang
Wayang memiliki hubungan yang erat dengan medianya. Media wayang mengalami transformasi paradigmatik dalam tradisi lisan, tulis, dan elektronik. Perubahan paradigma media tersebut berpengaruh terhadap pembentukan genre wayang.
Dalam hubungannya dengan media yang digunakan, wayang dapat diklasifikasikan ke dalam wayang lisan, wayang tulis, dan wayang elektronik. Wayang lisan adalah wayang yang menggunakan media lisan. Wayang tulis adalah wayang yang menggunakan media tulisan . Wayang elektronik adalah wayang yang meggunakan media elektronik.
Wayang lisan
Tradisi lisan dengan menggunakan medium bahasa lisan membentuk genre wayang lisan. Genre wayang lisan terdapat dalam pertunjukan-pertunjukan. Ki dalang membabar lakon-lakonnya secara lisan. Pertunjukan wayang dongeng, wayang jemblung, wayang kulit, wayang golek, dan yang sejenisnya adalah bentuk-bentuk wayang dalam tradisi lisan.
Wayang tulis
Tradisi tulis yang menggunakan medium bahasa tulisan membentuk genre wayang tulis. Genre wayang tulis terdapat dalam lontar, kitab, buku, majalah, koran. Ki dalang membabar lakon-lakonnya secara tertulis. Sastra pewayangan adalah bentuk-bentuk wayang dalam tradisi tulis.
Wayang elektronik
Media bahasa elektronik merupakan media bahasa sekunder. Tradisi elektronik yang menggunakan paradigma media bahasa baik lisan maupun tulisan secara elektronik membentuk genre wayang elektronik
Wayang elektronik terdapat dalam kaset, CD, CD-ROM, VCD, DVD, FD. Ki dalang membabar lakon-lakonnya secara elektronik. Wayang audio, wayang video, wayang multimedia, wayang digital dan wayang citra adalah bentuk-bentuk wayang dalam tradisi elektronik.
Wayang citra
Wayang citra adalah istilah yang dibuat oleh Ki Harsono Siswocarito untuk menamai wayang genre baru yang terdapat dalam mediamaya internet. Istilah tersebut digunakan untuk sebuah situs wayang di mediamaya yang dikelolanya, yaitu http://wayangcitra.blogspot.com. Kata "citra" dalam Bahasa Indonesia merupakan padanan yang tepat dari kata "image" dalam Bahasa Inggris.
Wayang citra dapat juga dinamakan wayangmaya, yaitu wayang yang menggunakan mediamaya internet. Namun wayangcitra mengacu pada genre wayang, sedangkan wayangmaya mengacu pada media yang digunakannya.
Genre wayang citra dapat diklasifikasikan kedalam lakonet, wayang digital, wayang visual, wayang audio, wayang video, wayang animasi, dan wayang interaktif.
Lakonet
Lakonet adalah gabungan dari kata "lakon" (cerita wayang) dan "net" (Internet). Istilah ini dibuat oleh Ki Harsono Siswocarito untuk menami lahirnya sebuah genre baru wayang yang dipublikasikan di Internet dalam situs http://lakonet.com. Lakon adalah genre sastra wayang lampahan untuk pertunjukan, sedangkan internet adalah mediamaya online yang terhubung secara global. Dengan demikian, lakonet adalah lakon yang dipertunjukkan dalam mediamaya internet.
Wayang visual
Wayang visual adalah wayang gambar. Gambar wayang tersebut dapat dibuat secara manual maupun digital yang kemudian dipublkasikan dalam mediamaya internet. Wayang citra visual ini hanya dapat dilihat namun tidak dapat didengar.
Wayang audio
Wayang audio adalah wayang yang menggunakan media audio seperti kaset, CD, MP3 yang kemudian dipublikasikan dalam mediamaya internet. Wayang citra aural ini hanya dapat didengar namun tidak dapat dilihat.
Wayang video
Wayang video adalah wayang yang menggunakan media audio-visual seperti VCD, DVD, FD yang kemudian dipublikasikan dalam mediamaya internet. Wayang audio-visual dapat didengar dan dilihat.
Wayang audio-visual dalam mediamaya internet antara lain terdapat dalam situs http://youtube.com. Situs tersebut mempublikasikan wayang video baik dari pertunjukan wayang kulit, wayang golek, maupun wayang orang.
Wayang digital
Wayang digital adalah wayang yang dibuat secara digital dengan piranti komputer multimedia. Wayang digital visual dibuat dengan menggunakan teknik seni lukis digital yang kemudian dipublikasikan dalam mediamaya internet.
Wayang grafik
Wayang grafik lebih dikenal deng komik atau cerita wayang bergambar. Wayang grafik dapat dibuat baik secara manual maupun digital. Komik wayang tradisional dibuat secara manual; sedangkan wayang grafik modern dibuat secara digital. Wayang grafik kemudian dipublikasikan dalam mediamaya internet.
Wayang animasi
Wayang animasi adalah wayang yang dibuat secara digital dengan menggunakan piranti komputer multimedia yang membentuk citra visual yang hidup. Berbeda dengan wayang digital visual yang statis, wayang animasi bersifat dinamis. Wayang animasi tersebut kemudian dipublikasikan dalam mediamaya internet.
Wayang animasi dalam mediamaya internet antara lain terdapat dalam situs http://youtube.com. Situs tersebut banyak mempublikasikan wayang animasi yang besumber pada wayang grafik dinamik, dalam bentuk animasi dua dimensi.
Wayang interaktif
Wayang interaktif adalah wayang yang dibuat secara interaktif antara ki dalangmaya dengan komunitasmaya dalam mediamaya internet. Wayang interaktif ini dibuat dengan menggunakan cyberteks yang memberikan fasilitas interaktif dalam mediamaya internet. Wayang interaktif ini masih merupakan genre rintisan dalam situs http://wayanggenre.blogspot.com yang merupakan link lanjutan situs http://wayangcitra.blogspot.com yang dikelola oleh Ki Harsono Siswocarito.
Simpulan
Terdapat transformasi paradigmatik dalam sejarah pewayangan. Transformasi tersebut berhubungan dengan media yang digunakan dalam tradisi pewayangan yang mencakup tradisi lisan, tradisi tulis, dan tradisi elektronik. Tradisi-tradisi tersebut membentuk genre wayang lisan, wayang tulis, dan wayang elektronik.
Wayang citra adalah genre baru wayang postmodern yang menggunakan paradigma media elektronik. Wayang citra juga dapat dinamai wayangmaya karena menggunakan mediamaya internet. Wayang citra memiliki genre-genre yang berupa lakonet, wayang visual, wayang audio, wayang video, wayang digital, wayang grafik, wayang animasi, dan wayang interaktif.
Sumber: http://wayangcitra.blogspot.com

1 komentar:

Ki Harsono Siswocarito mengatakan...

Dalam kaitannya dengan tradisi lisan, wayang audio dapat dikategorikan ke dalam kelisanan sekunder.