06 Oktober 2011

Ratifikasi Konvensi UNESCO 2005

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengadakan seminar bertema Perlindungan Warisan Budaya Takbenda dan Keanekaragaman Ekspresi Budaya. Seminar selama dua hari, yaitu 5-6 Oktober, selain membahas upaya perlindungan warisan budaya takbenda, juga membahas rencana Indonesia untuk meratifikasi konvensi UNESCO tahun 2005.

10 September 2011

Gubernur Sultra: Tembak Ditempat Pelaku Anarkisme

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menegaskan, sebagai kepala daerah ia bisa mengeluarkan instruksi tembak di tempat bagi pelaku anarkisme. Soalnya ulah mereka bisa merusak citra dan nama daerah.

Dr. Pudentia MPSS: Ratusan Bahasa Daerah Terancam Punah

KENDARI, KOMPAS.com - Ratusan bahasa daerah di nusantara terancam punah karena sudah semakin jarang digunakan. Perlu ada upaya penyelamatan jika kekayaan budaya bangsa itu ingin dipertahankan.
Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Pudentia MPSS di sela-sela lokakarya internasional "Celebrating Diversity" yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/9/2011).

09 September 2011

Prof. Dr. Arief Rahman Hakim: Indonesia Laboratorium Budaya



Sebuah acara bernama workshop internasional “Celebrating Diversity” telah digelar di Auditorium Moodompit, Universitas Haluoleo, Kendari (Sulawesi Tenggara) sejak 8 sd 10 September 2011. Acara yang dibuka oleh Rektor Universitas Haluoleo ini merupakan kerja sama Universitas Haluoleo, Aosiasi Tradisi Lisan (ATL), Unesco, dan Lembaga Sensor Film (LSF).

29 Juli 2011

ATL : WORKSHOP INTERNATIONAL “CELEBRATING DIVERSITY”



A. Pengantar
Kedudukan tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa ditetapkan dalam Konvensi UNESCO tertanggal 17 September 2003. Sebagai bagian dari intangible cultural heritage, dikatakan bahwa Oral traditions is important to be transmitted value things: oral traditions is going to be the source of identity for humanity in this millenium (Konggres IFLA, Agustus 1999). Tradisi lisan terbukti juga, selain merupakan identitas komunitas dan salah satu sumber penting dalam pembentukan karakter bangsa, tradisi lisan adalah pintu masuk untuk memahami permasalahan masyarakat pemilik tradisi yang bersangkutan.

18 November 2010

ATL Gelar Seminar Internasional Tradisi Lisan Nusantara VII


Jakarta, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) menggelar seminar internasional Tradisi Lisan Nusantara VII pada 19-22 Nopember 2010 di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Semakin terpinggirkannya tradisi lisan, menjadi alasan seminar internasional ini rutin diadakan dua tahun sekali.

28 April 2010

BEASISWA DAN PROGRAM KAJIAN TRADISI LISAN

PEDOMAN

KAJIAN TRADISI LISAN
SEBAGAI KEKUATAN KULTURAL
PROGRAM PENGADAAN DAN PENELITIAN AHLI TRADISI LISAN
Progam khusus DIKTI di UI, UPI, UNUD, USU, dan UGM bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan , NESO, dan KITLV

____________________________________________________________________


Bab I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
Di tengah kemajuan peradaban umat manusia, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi modern, tradisi lisan sebagai kekuatan kultural merupakan sumber pembentukan peradaban dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini penting karena tradisi lisan, dalam berbagai bentuknya sangat kompleks yang mengandung, tidak hanya cerita, mitos, legenda, dan dongeng , tetapi juga mengandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan komunitas pemiliknya, misalnya kearifan lokal (local wisdom), sistem nilai, pengetahuan tradisional (local knowledge), sejarah, hukum, adat, pengobatan, sistem kepercayaan dan religi, astrologi, dan berbagai hasil seni.