PEDOMAN
KAJIAN TRADISI LISAN
SEBAGAI KEKUATAN KULTURAL
PROGRAM PENGADAAN DAN PENELITIAN AHLI TRADISI LISAN
Progam khusus DIKTI di UI, UPI, UNUD, USU, dan UGM bekerja sama dengan Asosiasi Tradisi Lisan , NESO, dan KITLV
____________________________________________________________________
Bab I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di tengah kemajuan peradaban umat manusia, yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi modern, tradisi lisan sebagai kekuatan kultural merupakan sumber pembentukan peradaban dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini penting karena tradisi lisan, dalam berbagai bentuknya sangat kompleks yang mengandung, tidak hanya cerita, mitos, legenda, dan dongeng , tetapi juga mengandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan komunitas pemiliknya, misalnya kearifan lokal (local wisdom), sistem nilai, pengetahuan tradisional (local knowledge), sejarah, hukum, adat, pengobatan, sistem kepercayaan dan religi, astrologi, dan berbagai hasil seni.
28 April 2010
13 November 2009
Cerita Antu Banyu
18 September 2009
Selamat Idul Fitri 1430 H.
21 Desember 2008
Seni, Budaya, dan Pembangunan
Jhon Mc Glynn
A. Pendahuluan
Sejak tahun 1998, Indonesia telah mengalami transisi bersejarah. Maka, tidak mengherankan jika di dalam masa transisi tersebut, banyak perubahan besar yang terjadi—termasuk penggantian pemerintahan beberapa kali, krisis ekonomi, munculnya kelompok-kelompok agama yang fundamentalis, peningkatan kesadaran terhadap hak otonomi daerah dlsb.
10 Desember 2008
Dialog Antar Tradisi
/Mudji Sutrisno/
1
Ada 3 tradisi yang membuat seseorang mengembangkan dirinya dalam
kebudayaan. Pertama, tradisi lisan. Ketika tuturan dan wacana serta yang umumnya
disebut diskursus menjadi tempat berekspresi, disitulah orang menyusun pengetahuan dan
menghayati norma atau nilai dalam etos ataupun estetika. Tradisi adalah ruang budaya
dimana ia merupakan rahim tempat belajar hidup, bersikap dan memaknai realitas dari
warisan yang diterima dalam pepatah, gurindam, peribahasa dan seni-seni bernafaskan
ajaran hidup baik dan hidup bahagia. Tradisi lisan merupakan ruang ekspresi lisan dan
wacana sebelum ditulis dalam tradisi tulisan. Dengan kata lain, kelisanan merupakan
ruang bertutur dari anggota masyarakat yang merawat hidup bermakna sebelum
keberaksaraan dituliskan.
1
Ada 3 tradisi yang membuat seseorang mengembangkan dirinya dalam
kebudayaan. Pertama, tradisi lisan. Ketika tuturan dan wacana serta yang umumnya
disebut diskursus menjadi tempat berekspresi, disitulah orang menyusun pengetahuan danmenghayati norma atau nilai dalam etos ataupun estetika. Tradisi adalah ruang budaya
dimana ia merupakan rahim tempat belajar hidup, bersikap dan memaknai realitas dari
warisan yang diterima dalam pepatah, gurindam, peribahasa dan seni-seni bernafaskan
ajaran hidup baik dan hidup bahagia. Tradisi lisan merupakan ruang ekspresi lisan dan
wacana sebelum ditulis dalam tradisi tulisan. Dengan kata lain, kelisanan merupakan
ruang bertutur dari anggota masyarakat yang merawat hidup bermakna sebelum
keberaksaraan dituliskan.
07 Desember 2008
Muda Balia: Still around to tell the tale
Hotli Simanjuntak, The Jakarta Post, Banda Aceh
With his sturdy build and skin darkened by hours toiling under the sun, Muda Balia looks more like a farmer than a storyteller. Muda, 29, who comes from Senebok Alur Buloh village in South Aceh, did work as a farmer for a while after returning to his village to take care of his sick mother.
With his sturdy build and skin darkened by hours toiling under the sun, Muda Balia looks more like a farmer than a storyteller. Muda, 29, who comes from Senebok Alur Buloh village in South Aceh, did work as a farmer for a while after returning to his village to take care of his sick mother.
06 Desember 2008
Pengembangan Tradisi Lisan Butuh Kreativitas
Langganan:
Postingan (Atom)


